RSS

Arsip Kategori: Hubungan Suami – Istri

WASIAT ROSULULLOH S.A.W. KEPADA AISYAH R.A

Saiyidatuna ‘Aisyah r.’a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda :

“Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau

mengingat wasiatku ini…”

Intisari wasiat Rasulullah s.a.w tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.

Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :

(a) Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah

(b)     Tidak memuji Allah Taala atas kemurahan-Nya, apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.

(c)     Mengkufurkan nikmat; menganggap nikmat bukan dari Allah

(d) Membanyakkan kata-kata yang sia-sia, banyak bicara yang tidak bermanfaat.

Wahai, Aisyah, ketahuilah :

(a)     Bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah

(b)     Bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya.

(c) Bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya pada hari kiamat.

(d)    Bahwa isteri yang tidak memenuhi kemauan suaminya di tempat tidur atau menyusahkan urusan ini atau mengkhiananti suaminya, akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka.

(e)     Bahwa wanita yang mengerjakan sembahyang dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan sembahyangnya.

(f )    Bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun;

(g)     Bahwa wanita yang berzina akan dicambuk dihadapan semua makhluk didepan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan depalan puluh cambuk dari api.

(h)     Bahwa isteri yang mengandung ( hamil ) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamul-lail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah.

(i)      Bahwa isteri yang bersalin ( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya.

(j)      Bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fisabilillah.

submitted by  : Miftachul Arifin

 
1 Komentar

Posted by pada November 22, 2011 in Hubungan Suami - Istri

 

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

NASIHAT UNTUK SUAMI – ISTRI (Islam Agamaku)

Nasehat untuk Suami Istri

Suami
Istri yang kamu nikahi tidaklah semulia Siti Khadijah ra, tidaklah setaqwa Aisyah ra, tidak setabah Fatimah ra, pun tidak sesuci Maryam..
Justru istrimu hanyalah jenis wanita akhir zaman yang punya cita -cita menjadi baik dan solehah…
Istri menjadi tanah dan kamu langit penaungnya, istri ladang tanaman dan kamu pemagarnya,
istri bagaikan anak kecil dan kamu tempat bermanjanya.
Saat istri menjadi madu kamu teguk sepuasnya.
Saat istri menjadi racun kamulah penawar bisanya.
Seandainya istri tulang yang bengkok, berhati-hatilah meluruskannya.

Pernikahan atau perkawinan menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dan ridho Allah SWT,
karna memiliki istri yang sehebat mana justru kamu akan tersentak dari alpa.
Kamu bukanlah Rasulullah SAW, pun bukan Sayyidina ALi Karramallahu wazhah,
cuma suami akhir zaman yang berusaha menjadi soleh …

Istri
Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad SAW, Tidaklah setaqwa Ibrahim AS,
pun tidak setabah Ayyub AS, atau segagah Musa AS, apalagi setampan Yusuf AS.
Justru suamimu hanya jenis suami akhir zaman yang punya cita -cita membangun keturunan yang soleh…
Suami menjadi pelindung kamu penghuninya. Suami adalah nahkoda kamu petujuk arahnya.
Suami bagaikan Balita yang nakal kamu adalah penuntun kenakalannya.
Saat suami menjadi raja kamu nikmati anggur singgasananya.
Ketika suami menjadi bisa kamulah obat penawarnya.
Seandainya suami masinis yang lancang sabarlah memperingatkannya.

Pernikahan atau perkawinan menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dan ridho Allah SWT,
karna memiliki suami yang tak segagah mana justru kamu akan tersentak dari alpa,
kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna didalam menjaga, pun bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara,
cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi sholehah …

Posted by Adhy Cahya
Replay Post from Henny

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada November 22, 2011 in Hubungan Suami - Istri

 

Tag: , , , , , , , , , ,

HARUSKAH ISTRI MENCIUM TANGAN SUAMI…?

Kaum feminisme menganggap bahawa amalan bersalaman (antara suami dan isteri) adalah bukti penghinaan terhadap perempuan. Mengapa isteri mesti meraih dan mencium tangan suaminya? Mengapa tidak sebaliknya? Bukankah itu tanda perempuan lebih rendah dari lelaki?

“Assalamu’alaikum…,” ucap Muhsin mengakhiri rakaat terakhirnya. Dibelakangnya Hasanah isterinya mengucap lafaz yang sama menandakan solat jemaah telah selesai. Seperti biasanya, sejak dia berkahwin dengan Muhsin maka Hasanah meraih tangan suaminya lalu disalami dan diciumnya.

“Bang…, bolehkah saya bertanya?” ujarnya setelah keduanya selesai berzikir.
“Tentu saja, masalah apa?”
“Tentang masalah bersalaman….”
“Bersalaman? Ada apa? …..Bagaimana?…Mengapa?
“Kaum feminisme menganggap bahawa amalan bersalaman seperti tadi adalah bukti penghinaan terhadap perempuan. Mengapa isteri mesti meraih dan mencium tangan suaminya? Mengapa tidak sebaliknya? Bukankah itu tanda perempuan lebih rendah dari lelaki? Bagaimana tanggapan Abang?”

“Oh, itu yang dimaksudkan. Apakah Abang pernah memerintahkan Adik berbuat demikian?”
“Tidak.”
“Atau menganjurkan?”
“Tidak.”
“Mengapa Adik melakukannya?”
“Umm… mengapa ya? ……. Mungkin pertama, saya sering melihat ibu melakukan hal yang demikian kepada bapa. Kedua, naluri saya sebagai isteri memerintahkan saya berbuat demikian. Ketiga, saya melihat Abang senang menerimanya. Saya bahagia jika suami merasa gembira dengan sesuatu yang saya perbuat.”

“Adik merasa direndahkan?”
“Tidak.”
“Sebenarnya kesimpulan daripada yang adik tanyakan tentang masalah bersalaman. Walaupun bersalaman pada mulanya dilakukan penduduk Yaman namun Rasulullah saw mentradisikannya di kalangan kaum Muslimin. Bahkan baginda pernah menyatakan, ‘Tiada dua orang Muslim bertemu lalu berjabat tangan, melainkan diampunkan dosa keduanya sebelum berpisah.’ Bersalaman adalah lambang perdamaian dan kedamaian. Bersalaman tidak dilakukan oleh dua orang yang bermusuhan dan bendendam.”
“Mencium tangan?”
“Itu dilakukan para sahabat kepada Nabi saw.”
“Jadi bersalaman adalah sebuah tradisi kebaikan?”
“Ya! Rasulullah saw mengingatkan kaum Muslimin untuk tidak meremehkan suatu kebaikan walaupun sekadar menghadapi teman dengan muka yang manis. Apa lagi menghadapi suami dan isteri.”

“Itukah alasan abang menerima huluran tangan saya?”
“Benar! Bukan atas rasa kebanggaan diri sebagai suami, saya menyambut huluran tangan itu. Tidak juga kerana saya merasa lebih baik dari Adik. Abang sedar bahawa ketaqwaanlah yang menjadikan kemuliaan seseorang. Sedangkan taqwa dan iman itu boleh naik dan boleh turun. Suatu saat boleh jadi keadaan Abang lebih baik dari Adik. Pada saat yang lain, barangkali Abanglah yang memerlukan dorongan dan nasihat dari Adik. Apa dan bagaimanapun kedudukan keimanan kita pada suatu saat, yang jelas bersalaman akan membawa kepada kedamaian. Ini kebaikan yang harus dihargai.”

“Apakah feminisme merasakan suasana ini?”
“Wallahua’lam. Mereka selalu berpikir dari sisi pandangan perbezaan lelaki dan perempuan. Tidak dari sisi yang utuh sebagai manusia hidup saling melengkapi. Jika seorang lelaki pembantu umum di perusahaan menghidangkan minuman kepada seorang pelanggan termasuk perempuan, maka hal itu adalah sebuah fenomena biasa di tempat kerja bukannya penghinaan kepada lelaki. Namun jika seorang isteri menghidangkan minuman kepada suaminya yang baru pulang kerja, maka golongan itu menganggap sebagai suatu penghinaan terhadap martabat perempuan. Padahal Allah telah menentukan keluarga sebagai sebuah struktur organisasi masyarakat dengan sebuah model kepemimpinan yang digariskan berdasarkan pertimbangan seluruh aspek kemanusiaan lelaki dan perempuan.”

“Abang adalah pemimpin saya. Sayalah yang perlu meraih dan menciumi tangan Abang. Ini antara kebaikan yang saya mampu lakukan.”
“Jazakillahi khoiron. Sesungguhnya lurusnya jalan saya sebagai suami serta ketaatan Adik sebagai isterilah yang menjadi tulang belakang kepada berhasilnya kepemimpinan keluarga ini. Mengenai bersalaman tak ada salahnya jika suatu saat saya yang meraih dan mencium tangan Adik.
Namun kenyataannya Adiklah yang selalu mendahului saya.”
“Saya Redha……”

 

Posted by : Adhy Cahya

Dikutip dari : RIEinspirasi

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada November 20, 2011 in Hubungan Suami - Istri

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

MEMBAHAGIAKAN ISTRI

Rumahku Surgaku. Itulah harapan sebuah pernikahan. Memang, tidak mudah untuk mewujudkan harapan tersebut, bisa-bisa rumahku menjadi nerakaku. Dibutuhkan kerjasama yang harmonis diantara suami dan istri ketika mengarungi bahtera pernikahan. Selain itu, dibutuhkan pemahaman mengenai cara memelihara pernikahan agar tetap harmonis dan tahan terhadap badai ujian. Berikut penjelasan praktis dan padat karya Syekh Umar Bakri Muhammad “Nasihat Indah Untuk Suami Istri” yang diterbitkan oleh Cakrawala Publishing.

Rasulullah SAW bersabda :

“ Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik (perlakuannya) terhadap istri-istrinya dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap istri-istriku.”

Rasullullah SAW juga bersabda :

“ Tidak ada yang memuliakan wanita dengan sejati kecuali laki-laki yang pemurah (dermawan) dan tak seorangpun yang menghina mereka (wanita) kecuali laki-laki yang kasar.”

Tugas-tugas seorang suami kepada istrinya :

1.Hendaklah Anda selalu memperlihatkanlah wajah yang menyenangkan ketika masuk ke rumah, ucapkan salam Islam “assalaamu’alaikum” dengan senyuman yang manis, raih tangannya dan peluklah istri Anda dengan mesra.

2.Ketika berbicara, untaikan kalimat yang manis serta memikat istri Anda. Usahakan istri Anda merasa benar-benar diperhatikan dan menjadikannya wanita paling khusus untuk Anda. Untaian kalimat yang disampaikan kepadanya hendaknya jelas (ulangi jika perlu) dan panggillah istri Anda dengan sebutan yang dia sukai seperti ; manisku, sayangku, cintaku dan lain sebagainya.

3.Meskipun Anda mempunyai beban kerja yang banyak, luangkanlah waktu untuk beramah tamah dan bercengkerama dengan istri Anda. Hal ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW dimana beliau juga beramah tamah dan menghabiskan waktu bersama para istri beliau, meskipun pada saat itu beliau juga penuh dengan pekerjaan serta beban tanggung jawab yang sangat besar.

4.Mainkanlah suatu permainan ataupun selingan yang menggembirakan bersama istri Anda. Hal ini dinyatakan dalam suatu hadist bahwa Rasullah SAW bersabda :

“ Semua hal yang di dalamnya tidak menyebut nama Allah SWT, adalah suatu kesia-siaan, kecuali dalam empat hal : seorang laki-laki yang sedang bermain dengan istrinya, melatih kuda, membidik di antara dua sasaran, serta mengajarkan berenang.”

5.Membantu pekerjaan sehari-hari rumah tangga. Usahakan Anda membantu dan menolong istri Anda dengan tugas-tugas keseharian rumah tangga Anda, seperti membeli makanan, mempersiapkan makanan, membersihkan serta mengatur rumah, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini akan membawa kebahagiaan tersendiri pada diri istri Anda dan tentu saja akan semakin memperkuat cinta Anda dan hubungan Anda bersama sang Istri.

6.Usahakan musyawarah selalu menghiasi rumah tangga Anda. Bermusyawarahlah dengan istri Anda, dalam setiap permasalahan. Pendapat yang di sampaikan Ummu Salamah kepada Rasulullah SAW pada saat perjanjian Hudaibiyyah adalah suatu kejadian yang sangat terkenal. Hal ini merupakan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk bermusyawarah dengan para istri dan para sahabat beliau.

7.Ketika Istri Anda sedang berkunjung ke tempat saudaranya, teman-temannya, serta orang-orang saleh, maka temanilah istri Anda.

8.Tata cara melakukan perjalanan dan meninggalkan istri di rumah. Jika Anda tidak bisa membawa serta istri Anda dalam perjalanan, maka ucapkanlah selamat tinggal dengan penuh rasa sayang, bekalilah istri Anda dengan persediaan kebutuhan sehari-hari dan uang secukupnya, mintalah istri Anda untuk mendo’akan Anda, sering-seringlah untuk menghubungi istri Anda. Jangan lupa untuk meminta pertolongan kepada orang yang Anda percayai untuk menjaga keluarga Anda selama Anda bepergian. Persingkat perjalanan Anda jika dirasa sudah tidak penting lagi dan pulanglah dengan membawa oleh-oleh. Hindari untuk pulang pada malam hari atau pada saat-saat yang tidak diharapkan.

9.Dukungan keuangan. Tumbuhkanlah sikap dermawan pada diri Anda (tidak pelit) dalam urusan pengeluaran rumah tangga Anda, tentunya harus sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Dukungan keuangan yang baik (tidak boros tentunya) akan sangat berguna untuk memelihara kestabilan perkawinan Anda.

10.Buatlah diri Anda agar selalu berbau harum dan perindah penampilan Anda . Allah SWT itu indah dan Dia menyukai keindahan. Maka selalu bersihlah Anda, rapi, dan pakailah parfum. Ibnu Abbas r.a. berkata :

“ saya menyukai keindahan diri saya sendiri untuk istri saya, seperti halnya saya menyukai keindahan istri saya untuk saya.”

11.Tentang hubungan seksual. Merupakan tugas dari suami untuk mencukupi kebutuhan serta hasrat seksual sang istri. Bisa jadi sekali waktu istri Anda sedang berada dalam masa yang sangat prima berkenaan dengan kesehatan fisik dan psikologisnya.

12.Penuh perhatian. Seorang suami muslim harus sangat perhatian dan penuh perasaan terhadap istrinya. Istri Anda pasti mengalami dan melewati bermacam-macam perubahan baik secara fisik dan psikologis. Pada saat-saat seperti itu, istri Anda sangat memerlukan suatu perlakuan yang mesra dan penuh perhatian, agar istri Anda bisa menghapus kesusahan dan kesedihan yang sedang dialaminya, serta menenangkan perasaannya yang mudah tersentuh.

13.Jagalah kerahasiaan perkawinan Anda. Diriwayatkan dalam sebuah hadist oleh Abu Sa’id Al-Khudry bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“ Sungguh di antara orang yang paling buruk di hadapan Allah SWT pada saat hari kebangkitan adalah laki-laki yang mendatangi istrinya untuk melakukan hubungan badan, dan dia membeberkan rahasia itu (tentang hubungan badan) kepada yang lain.”

14.Bekerja sama dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT, sholat berjama’ah dan selalu tingkatkan aktifitas Anda dalam beribadah kepada Allah SWT, seperti bersedekah, dzikir (mengingat Allah SWT), dan sholat pada malam hari (qiyamul lail). Rasulullah SAW bersabda :

“ Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepada laki-laki yang bangun pada malam hari dan membangunkan istrinya untuk sholat bersamanya, dan jika dia menolak maka percikkan air ke wajahnya”.

15.Selalu menunjukkan rasa hormat kepada keluarga dan teman istri Anda.

16.Usahakan untuk mendidik istri Anda tentang islam dan berilah istri Anda nasehat-nasehat.

17.Cemburu yang sewajarnya.

18.Bersabar dan berlaku lembutlah kepada istri Anda. Kendalikan amarah Anda dan buatlah sang istri untuk menghilangkan keragu-raguannya terhadap Anda, dan nasehatilah dia ketika melakukan suatu kesalahan.

19.Jadilah pema’af dan tegurlah istri Anda dengan cara yang baik dan sampaikan pada saat yang benar-benar tepat.

20.Jadilah seorang suami muslim yang sejati, dan terapkan semua yang pernah dibaca dan dipahami tentang Islam, dengan arif dan bijaksana.

replay post from : kamiliya home

dikutip dari: Almuhajirun

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada November 20, 2011 in Hubungan Suami - Istri

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

SIKAP PANUTAN PERLAKUAN SUAMI TERHADAP ISTRI

1. Bersikap Tegas dan Lemah-lembut Terhadap Isteri

Betapapun seorang wanita itu mempunyai kemampuan dan kemauan yang tinggi, memiliki kemahiran serta percaya terhadap diri sendiri namun pada hakikatnya, ia masih ingin mencari perlindungan dengan seorang lelaki. Jika keinginan mencari perlindungan itu datangnya dari wanita, maka niscaya ia akan merahasiakannya. Seandainya keinginannya tercapai, ia mengharapkan layanan yang lemah lembut dan amat mengharapkan perlindungan dari lelaki yang bertanggungjawab.

Sifat lemah lembut dan tegas ini harus dimiliki oleh lelaki kerana setiap isteri mengharapkan suaminya mampu menjadi pemimpin dalam rumahtangga yang dibina. Menjadi pemimpin bukan bermaksud menjadi “boss”. Sifat tegas dan lemah lembut ini biarlah sesuai pada tempatnya.

2. Memberi Pujian Terhadap Isteri

Peranan wanita sebagai ibu menyebabkan ia memerlukan perlindungan dan keyakinan. Hanya suami yang bijaksana dapat memberikan keyakinan kepada isterinya. Dengan cara memberikan penghargaan seperti pujian, hadiah ataupun ungkapan yang dapat menambahkan keyakinan dalam diri isteri.

Jangan merasa heran jika seorang wanita selalu bertanya kepada pasangannya, “Apakah engkau cinta padaku? ” Pertanyaan ini bukan berarti ia tidak percaya kepada pasangannya, tetapi ia menginginkan keyakinan untuk dirinya. Untuk itu, suami tidak perlu bosan dengan ungkapan itu, malah berusahalah untuk mengerti hakikat seorang wanita.

3. Menentukan Batas Tanggungjawab

Islam telah mengatur tanggungjawab terhadap suami dan isteri. Suamiberkewajipan mencari nafkah yang halal untuk kelurganya dan isteri juga berkewajipan melayani suami serta mengasuh anak-anak. Ini bukan berarti tanggungjawab lain dapat diabaikan, malah semua tanggungjawab lain seharusnya dipikul bersama menyesuaikan waktu dan tempat.

4. Menghindari Kritikan Terhadap Isteri

Kritikan bukan satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah. Itu boleh dilakukan, namun baiknya dengan lembut dan sesuai tempatnya. Jangan sesudah menikah, suami merasa berhak bersikap kasar, mengkritik dan menghina isteri sewenang-wenangnya, karena hal tersebut memberikan banyak kesan negatif pada isteri.

Suami yang terlalu banyak mengkritik isteri akan meninggalkan kesan negatif terhadap isterinya yaitu:

a. Perasaan isteri menjadi tertekan akibat menahan marah;
b. Menimbulkan berbagai jenis penyakit fisik akibat dari perasaan kecewa dan tekanan batin;
c. Isteri menjadi pemarah, pendiam, kadangkala hilang keinginan untuk bersama;
d. Akibat selalu dikritik serta tidak dihargai, isteri akan kehilangan identitas dirinya sendiri;
e. Sebagai pelampiasan hati, isteri akan menyalahkan anak-anak;
f. Jika perasaannya terlalu tertekan, mungkin ia inginkan perceraian.

5. Memperhatikan Sesuatu Yang Romantis

Suami seringkali kurang memperhatikan keperluan yang tidak begitu penting seperti ulangtahun isteri, perkahwinan dan sebagainya. Namun bagi wanita, hal tersebut begitu penting. Cinta bukan hanya berkaitan dengan perasaan tetapi juga berkaitan dengan aktifitas romantis yang mempunyai nilai yang berarti dalam diri wanita. Mungkin sesuatu yang tidak berarti pada lelaki namun menjadi amat bernilai pada wanita. Oleh karena itu suami harus banyak mempelajari keperluan isteri dan tidak menganggap remeh terhadap kepentingan isteri.

6. Memahami Isteri Yang Ingin Selalu Di Samping Suami

Setiap isteri selalu menginginkan serta merindukan untuk selalu bersama suaminya. Isteri selalu mengharapkan perhatian yang cukup dari suaminya. Kerana itu, suami yang baik akan berusaha meluangkan waktu untuk bersama isterinya. Selalu bersama dapat meningkatkan kasih sayang.

7. Menjaga Perasaan Aman Dalam Kehidupan Isteri

Suami yang bertanggungjawab akan selalu memberikan rasa aman dan tenteram terhadap perasaan isterinya, selalu berusaha menyelesaikan setiap masalah rumahtangga dengan secepat mungkin. Berusaha membantu menyelesaikan masalah isteri.

8. Memahami Gelora Jiwa Isteri

Wanita lebih mudah mengalami perubahan emosi jika dibandingkan dengan lelaki. Jika suami dapat menerima hakikat perubahan emosi isterinya,maka isterinya pasti dapat menerima suaminya sebagai orang yang dapat membimbing hidupnya.

9. Membina Kerjasama Yang Baik

Suami yang dapat diajak berbincang dan selalu bekerjasama dengan isterinya akan mampu mewujudkan keluarga bahagia.

10. Memenuhi Keperluan Peribadi

Tidak ada wanita di dunia ini yang sama, karena masing-masing memiliki peribadi yang khusus. Wanita mempunyai sifat yang unik baik dari segi emosi maupun keinginan. Suami yang bijaksana akan mudah memahami akan keperluan peribadi isterinya dan mampu melaksanakan tanggungjawabnya sesuai dengan kemampuan dirinya.

Maaf, kalau ku belum memenuhi kriteria di atas, Bunga Indahku…
Posted by : Adhy Cahya
Replay post from : kamiliya home
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada November 20, 2011 in Hubungan Suami - Istri

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.